~luar biasanya Cinta Salman Al-Farisi.~

bismillahirrahmanirrahim~

mencintai tak semestinya memiliki 

knapa cinta tak seharusnya memiliki?
ini sbnarnya ibrah dri kisah cinta Salman Al-Farisi
hebatnya cinta Salman Al-Farisi..:P
memilih antara keinginan hati dan persaudaraan.
luar biasa!

_______________________________________________
Mulanya sebuah kisah cinta..ketika mana sudah saatnya Salman Al-Farisi mengisi kekosongan hati dengan cinta halal.sebuah pernikahan.Dia terfikirkan seorang wanita Ansar yang beriman dan solehah. Bukan diharapkan menjadi kekasih tetapi sebagai satu pilihan dan diyakininya bahawa sesungguhnya wanita itu pilihan yang tepat untuk menjadi teman dan ibu bagi bakal pejuang dari keturunannya.

 "Aku orang asing di bumi Madinah.Madinah bukanlah tempat kelahiranku.Madinah bukanlah tanah aku meniti kedewasaan.Tidaklah tiap-tiap penghuni bumi Madinah ini ku kenali.Bukankah akan dilihat asing seorang pendatang sepertiku melamar gadis Madinah?"...ada keraguan dihati Salman. Ada kerisauan di hati pemuda itu. Lantas...terdetik di hatinya mencari seorang sahabat yang mampu menjadi perantara baginya..Ya.. Abu Darda..sahabat dari golongan Ansar yang dipersaudarakan dengannya.. Rasa hatinya disampaikan kepada sahabat tercinta..Abu Darda.. dengan tahmid dan tasbih Abu Darda menyahut hasrat sahabatnya. Cukup girang si Abu Darda memeluk sahabatnya tanda akan dibantunya Salman dalam melunaskan apa yg terhajat dihatinya. 

Maka..beriringanlah kedua sahabat itu menuju ke sebuah rumah di tengah kota Madinah. Rumah seorang wanita yang solehah dan bertakwa yang menjadi pilihan hati Salman Al-Farisi. Abu Darda menyusun kata memulakan bicara.. "Saya adalah Abu Darda dan ini saudara saya Salman seorang Parsi. Kami telah dipersaudarakan atas nama Allah. Dia telah dimuliakan Allah dengan Islam,dan dia juga memuliakan Islam dengan amalan dan jihadnya. Disisi Rasulullah, dia punya tempat yang mulia,sehinggakan baginda menyebutnya sebagai ahli-bait baginda. Dan kedatangan saya adalah bagi mewakili Salman untuk melamar puteri solehah dari rumah ini". Fasih dan yakin Abu Darda berbicara dengan nada dan loghat Bani Najar. 

Tuan rumah tersenyum membalas bicara,"Adalah sebuah penghormatan bagi kami menerima kehadiran kalian. Dan adalah penghormatan bagi kami sekiranya bermenantukan sahabat Rasulullah yang mulia. Tetapi, hak untuk menerima atau menolak lamaran ini adalah pada puteri kami"..Sang puteri yang mendengar disebalik hijab menanti dengan debaran hati.. Sunyi seketika.... Tiba-tiba suara lembut si ibu bersuara mewakili si puteri yang dinanti sahabat yang mulia. "Maafkan kami atas kejujuran kata dalam jawapan ini. Dengan mengharap redha Allah, saya menjawab bahawa puteri kami menolak lamaran SalmanAkan tetapi seandainya Abu Darda turut mempunyai hasrat yang sama seperti Salman, puteri kami menerimanya" Nah..cukup mengejutkan..sang puteri menolak lamaran yang melamar tetapi menerima pengantara lamaran itu.

Apakah mampu Salman menerima realiti yang mungkin mematahkan hati lelaki? Sungguh tak terjangka dengan reaksi indah Salman Al-Farisi..

"Allahu akbar!!..dengan mahar dan segala yang telah saya sediakan ini akan saya serahkan kepada sahabat saya Abu Darda untuk pernikahan kalian. Dan saya akan menjadi saksi bg pernikahan mulia ini" 
___________________________________________________________________________________

hebat sungguh Salman Al-Farisi.:)

THANK YOU.COME AGAIN =)

4 comments:

khalilulwafiah said...

nice luv story kan mimie..:)

mencintai tak semestinya memiliki.

khazinatul asrar said...

kan rai:)
ye..mencintai tak semestinya memiliki:)

Nabila Tee said...

Subhanallah! indah sgt..;)

khazinatul asrar said...

nabila tee__indah kan:)